Kamis, 15 Januari 2015

MAKALAH IBD PERIODE 4 (pemahaman etika berbusana dikampus citra pribadi mahasiswa berbudaya)






Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan

PEMAHAMAN ETIKA BERBUSANA DI KAMPUS
CITRA PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA

 



Kelas  :  1-EA34

Tanggal Penyerahan Makalah : 16 Januari 2015
Tanggal Upload Makalah  :  17 Januari 2015


 


P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.




P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
13214387
EDDO AHMAD FAUZI





Program Sarjana Ekonomi


UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT. atas berkat rahmat dan karunianya yang Allah berikan kepada saya, saya bisa menyelesaikan penyusunan makalah ini. Salawat beserta salam tidak lupa saya penulis panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, beserta kepada keluarga, sahabat dan para umatnya sampai akhir jaman. Makalah ini saya buat guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar yang saya rasa masih banyak kekurangan dalam penulisannya.
Dalam penyusunan makalah ini dengan dukungan dari berbagai pihak. Dari orangtua, keluarga dan para sahabat yang selalu mendukung saya dan membei semangat dalam melaksanakan kuliah. Dan tidak lupa saya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada bapak Muhammad Burhan Amin selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang memberikan pengarahan nya sampai pada periode terakhir ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Walaupun dalam pembuatannya masih banyak kesulitan dan kendala yang dihadapi karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang saya miliki.
Harapan saya semoga makalah ini bisa membantu menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi para pembaca. Saya menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan untuk dapat menyempurnakannya.
Bekasi, 11 Januari 2014

       Hormat Saya


Eddo Ahmad Fauzi
                                                                                                                        NPM : 13214387


DAFTAR ISI

PERNYATAAN......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii
BAB 1  PENDAHULUAN......................................................................................................1                       
1.1     Latar Belakang.......................................................................................................1
1.2     Tujuan....................................................................................................................1
1.3     Sasaran...................................................................................................................2
BAB 2  PERMASALAHAN................................................................................................... 3
2.1   Kekuatan (strenght) ............................................................................................. 3
2.2   Kelemahan (weakness) ........................................................................................ 3
2.3   Peluang (opportunity) .......................................................................................... 4
2.4   Tantangan (threats) ...............................................................................................5
BAB 3  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI................................................................... 6
            3.1    Kesimpulan.......................................................................................................... 6
3.2    Rekomendasi........................................................................................................ 6
REFERENSI.............................................................................................................................7



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Etika berasal dari bahasa yunani, yaitu ethos yang berarti kebiasaan, model prilaku atau standar yang diharapkan dari kriteria tertentu untuk suatu tindakan.dan etika juga bisa diartikan yaitu adalah peraturan atau norma yang dapat  digunakan sebagai acuan bagi perilaku seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk yag dilakukan seseorang. Jadi Etika berbusana dapat diartikan sebagai ilmu yang memikirkan bagaimana seseorang dapat mengambil sikap dalam berbusana tentang model, warna, corak (motif).
      Peran yang sangat berpengaruh tentang hal berbusana yaitu gaya hidup dijaman modern ini. Gaya hidup bisa diartikan sebagai gambaran bagi setiap orang yang membuat orang tersebut mengikuti perkembangan jaman yaitu diantaranya berbusana, dengan cara mencari gaya pribadi lewat pakaian masyarakat bisa mengekspresikan diri dan menunjukan dirinya. Tetapi tanpa sadar banyak orang yang kurang tau cara memakai pakaian pada tempatnya mengkibatkan etika berbusananya hilang dan tidak ada citra budaya dalam dirinya.
      Dengan pemahaman etika berbusana pada tempatnya akan mempengaruhi hidup seseorang bagaimana orang tersebut akan di hormati oleh orang lain atau sebaliknya yaitu ditertawakan dan dijauhi oleh orang lain.
1.1  TUJUAN MAKALAH
Tujuan penulis membuat makalah ini yaitu :
1.      Memenuhi tugas mata kuliah ilmu budaya dasar.
2.      Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pemahaman etika berbusana membentuk citra pribadi berbudaya
3.      Memberitahukan kepada masyarakat bagaimana cara berbusana yang baik dan sopan
4.      Menumbuhkan citra pribadi mahasiswa dengan cara berbusana.

1.2  SASARAN
Makalah ini ditunjukan kepada mahasiswa-mahasiswi universitas gunadarma dan khusunya kepada masyarakat sekitar, agar dapat mengetahui bagaimana pemahaman etika berbusana dikampus citra pribadi mahasiwa berbudaya.

BAB 2
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Pemahaman Etika Berbusana di Kampus Citra Pribadi Mahasiwa Berbudaya Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
2.1  Kekuatan (Strength)
a.       Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan peran yang paling utama karena keluarga adalah awal bagaimana anak diperkenalkan tentang cara berpakaian/berbusana agar anak tersebut tau bagaimana cara berbusana baik dan sopan dimasa depannya nanti.
b.      Memegang erat ajaran agama
Seseorang yang memegang erat ajaran agama dalam kehidupannya akan tahu bagaimana cara berbusana yang baik dan sopan sebagaimana agama islam menerapkan cara berpakaian yang wajib menutup aurat terutama kepada perempuan agar tidak direndahkan oleh oranglain.
c.       Menerapkan etika berbusana yang baik di lingkungan kampus.
Dalam lingkungan kampus mahasiswa ataupun staf pengajar akan sangat sadar apabila diterapkannya etika berbusana yang baik dan tidak memakai busana yang seenaknya, yang mengakibatkan kurang enak dilihat oleh oranglain.
d.      Memakai busana yang baik dan sopan
Dengan memakai busana yang baik dan sopan mencerminkan pribadi seseorang yang baik dan dapat menjauhkan diri dari hal kejahatan.
2.2  Kelemahan (Weakness)
a.       Mengikuti trend para artis
Banyak masyarakat memakai busana mengikuti trend para artis, tetapi masyarakat tersebut tidak mengetahui cara penerapan busana yang baik di lingkungan kampus ataupun dilingkungan masyarakat.
b.      Pengaruh pergaulan
Pergaulan pada jaman sekarang sudah sangat menyedihkan sampai-sampai tidak mengenal etika berbusana yang baik dan sopan.
c.       Tidak menutup aurat
Sekarang sangat banyak masyarakat terutama pada perempuan yang tidak menutup aurat, padahal menutup aurat adalah hal yang penting dalam berbusana, membuat perempuan tersebut nyaman menggunakan pakaiannya dan tidak memunculkan rangsangan kaum laki-laki yang melihatnya.
d.      Kurangnya teguran keras dalam hal memakai pakaian yang kurang sopan
Kurangnya teguran keras kepada seseorang atau mahasiswa tentang berbusana yang baik dan sopan mengakibatkan mahasiswa atau staf pengajar memakai kembali pakaiannya tersebut.
2.3  Peluang (Opportunity)
a.       Memberikan contoh bagaimana berpakaian yang baik dan sopan
Berawal dari diri kita sendiri memberikan contoh bagaimana berbusana yang baik dan sopan dilingkungan kampus. Dan biasanya mahasiwa akan mencontoh staf pengajarnya. Apabila staf pengajar berbusana baik mahasiswa juga akan mengikuti berbusana yang baik begitupun sebaliknya.
b.      Menciptakan model-model busana yang baru
Banyak model-model pakaian yang baik dan tidak kehilangan trend pada jaman sekarang bisa dikembangkan menjadi suatu usaha pakaian yang disenangi remaja pada jaman sekarang dan tidak menghilangkan etika berbusana.
c.       Memperluas perkembangan fashion
Melihat mahasiswa yang luas tentang perkembangan fashion bisa menimbulkan ide-ide kreatif bagi mahasiswa lain dan membangkitkan citra pribadi mahasiswa lewat fashion yang baik.
d.      Memberikan arahan tentang berbusana yang baik kepada mahasiswa
Dengan memberikan arahan tentang berbusana kepada mahasiwa dapat membentuk etika berbusana yang baik bagi seluruh mahasiswa didalam kampus.
2.4  Tantangan (Threats)
a.       Tidak adanya kepedulian terhadap budaya berbusana di Indonesia
Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap budaya berbusana mengakibatkan masyarakat melupakan bagaimana etika berbusana yang baik dan lebih mengeal adat budaya berbusana luar daripada budaya Indonesia.
b.      Lebih mengikuti perkembangan berbusana jaman sekarang
Dengan cara membiasakan diri memakai busana yang baik dan sopan tetapi bukan berarti ketinggalan jaman masih banyak busana-busana yang baik dan trend pada jaman sekarang.
c.       Kebanyakan model busana yang tidak menutup aurat
Penerapan ajaran agama dari orangtua kepada anaknya akan membuat anak sadar dan tidak akan memilih busana yang mengumbar-umbarkan auratnya sendir dan memilih busana yang baik.
d.      Pengaruh  budaya asing
Pengaruh budaya-budaya asing dan biasanya yaitu budaya barat yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat indonesia yang sangat mudah mengikuti budaya-budaya berbusana ala barat yang kebanyakan biasanya kurang layak untuk di pakai.



BAB 3
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1  Kesimpulan
a.       Lingkungan keluarga merupakan suatu pelajaran pertama dalam bebrusana dan membentuk citra pribadi yang baik bagi anak.
b.      Menanamkan ajaran agama yang kuat kepada diri seseorang.
c.       Memberikan arahan dancontoh yang baik tentang berbusana kepada mahasiswa.
d.      Kebiasaan baik dalam berbusana mencerminkan citra mahasiswa yang berbudaya.

3.2  Rekomendasi
a.       Lingkungan keluarga  merupakan pengajaran yang paling utama tentang busana kepada anak, anak akan mengikuti semua hal tentang orangtua diantaranya cara berpakaian yang baik.
b.      Dengan dibiasakannya seseorang tertutama perempuan menggunakan pakaian yang menutup aurat akan menimbulkan rasa nyaman untuk menggunakannya dan menjadi terbiasa dalam berbusana sehari-hari, dan pada jaman sekarang banyak pakaian yang menutup aurat dan mengikuti mode trend jaman sekarang.
c.       Diawali dari diri kita sendiri untuk memberikan contoh kepada orang lain bagaimana menggunakan busana yang baik dan sopan di lingkungan kampus akan memberikan kesan yang baik pula kepada mahasiswa lain dan mulai mengikutinya.
d.      Dengan pedulinya masyarakat tentang budaya berbusana di indonesia akan menimbulkan pikiran kreatif kepada masyarakat dan mencoba membuat busanaa-busana yang baru tetapi tidak menghilangkan budaya berbusana di Indonesia.

REFERENSI :
1.      Breifindrawan.blogspot.com/2012/03/etika-berpakaian.html?m=1
2.      Rrahmawati.blogspot.com/2014/01/makalah-periode-4.html?m=1
3.      Buku Etika berbusana. H. U. Saefudin
4.      Buku seri muslimah berbusana nusantara. Tini Sardadi dan Amy Wirabudi
5.       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar